
Club Eighties Angkat Isu Kekerasan Perempuan di Album Baru
Jakarta - Dua tahun tak mengeluarkan album, akhirnya Club Eighties kembali eksis. Kali ini lewat debut album '80 Kembali', Club 80's mengangkat isu maraknya kekerasan terhadap kaum perempuan.
Isu kekerasan perempuan memang sedang marak di dunia hiburan Indonesia. Manohara, Cici Paramida, sampai Okie Agustina diduga mengalami kekerasan. Namun Desta cs membantah kalau tema besar album terbarunya terinspirasi ramainya pemberitaan Manohara ataupun Cici Paramida.
"Lagu itu setahun lalu jauh dari kasus Manohara dan Cici Paramida," kata Lembu saat ditemui di launching album keenam Club Eighties di Planet Hollywood, Jakarta, Rabu (25/11/2009) malam.
Lewat single 'Tak Mungkin', band yang digawangi Lembu, Vincent, Cliffton, Ytonk, dan Desta menyuarakan anti kekerasan terhadap perempuan. Menurutnya kekerasan perempuan adalah tindakan yang sangat kekanak-kanakan.
"Isu tentang kekerasan terhadap wanita yang pasti kita sependapat itu adalah tindakan yang sangat kekanak-kanakan," lanjut Lembu.
Meski bertema agak serius, band yang personilnya merupakan lulusan IKJ (Institut Kesenian Jakarta) itu tetap memanjakan telinga penggemarnya dengan musik santai. "Walaupun bertema segitu serius, tapi Club 80's mencoba membuatnya sangat ringan sehingga tidak menggurui penikmat musik," masih kata Lembu.
Sejak terakhir merilis album kelima, masing-masing personil Club Eighties memang sibuk sendiri-sendiri. Makanya mereka memendam rasa rindu 'pulang kampung' ke band yang membesarkan nama mereka itu. Album keenam yang baru dirilis ini pun membuat Desta cs merasa bangkit kembali.
"Kita kembali ingin berkarya dan bangkit dari kubur. Kita ingin masuk di area musik, sekarang kita bisa bawa ke tahun '80 lagi. Kita pulang ke sana karena kita kangen, bukan mengejar setoran. Kita benar-benar ketemu dengan suasana hati yang nyaman di sela kesibukan masing-masing," papar Lembu.
Isu kekerasan perempuan memang sedang marak di dunia hiburan Indonesia. Manohara, Cici Paramida, sampai Okie Agustina diduga mengalami kekerasan. Namun Desta cs membantah kalau tema besar album terbarunya terinspirasi ramainya pemberitaan Manohara ataupun Cici Paramida.
"Lagu itu setahun lalu jauh dari kasus Manohara dan Cici Paramida," kata Lembu saat ditemui di launching album keenam Club Eighties di Planet Hollywood, Jakarta, Rabu (25/11/2009) malam.
Lewat single 'Tak Mungkin', band yang digawangi Lembu, Vincent, Cliffton, Ytonk, dan Desta menyuarakan anti kekerasan terhadap perempuan. Menurutnya kekerasan perempuan adalah tindakan yang sangat kekanak-kanakan.
"Isu tentang kekerasan terhadap wanita yang pasti kita sependapat itu adalah tindakan yang sangat kekanak-kanakan," lanjut Lembu.
Meski bertema agak serius, band yang personilnya merupakan lulusan IKJ (Institut Kesenian Jakarta) itu tetap memanjakan telinga penggemarnya dengan musik santai. "Walaupun bertema segitu serius, tapi Club 80's mencoba membuatnya sangat ringan sehingga tidak menggurui penikmat musik," masih kata Lembu.
Sejak terakhir merilis album kelima, masing-masing personil Club Eighties memang sibuk sendiri-sendiri. Makanya mereka memendam rasa rindu 'pulang kampung' ke band yang membesarkan nama mereka itu. Album keenam yang baru dirilis ini pun membuat Desta cs merasa bangkit kembali.
"Kita kembali ingin berkarya dan bangkit dari kubur. Kita ingin masuk di area musik, sekarang kita bisa bawa ke tahun '80 lagi. Kita pulang ke sana karena kita kangen, bukan mengejar setoran. Kita benar-benar ketemu dengan suasana hati yang nyaman di sela kesibukan masing-masing," papar Lembu.



