
Perbaiki Listrik Jawa-Bali, ADB Siapkan Pinjaman US$ 100 Juta
Jakarta - Asian Development Bank (ADB) siap menyalurkan pinjaman sebesar US$ 100 juta untuk perbaikan transmisi Jawa-Bali, agar transmisi listrik wilayah tersebut lebih efisien.
"Perbaikan tersebut dilakukan agar transmisi Jawa-Bali lebih efisien," ujar Infrastructure Specialist Indonesia Resident Mision ADB Rehan Kausar di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (26/11/2009).
Jika persetujuan dari pemerintah Indonesia sudah keluar, lanjut Rehan, maka ADB akan segera membawa usulan pinjaman tersebut ke sidang Dewan Direktur ADB di Manila, Filipina pada bulan Januari mendatang.
"Kita juga tunggu persetujuan dari Dewan Direktur kami di Manila pada bulan Januari ini. Setelah itu, dana akan kita cairkan," ujar dia.
Selain akan membantu pendanaan untuk perbaikan transmisi tersebut, ADB juga siap mengucurkan dana US$ 500 juta untuk proyek 10.000 Megawatt (MW) tahap dua.
Dimana dari total pendanaan tersebut, US$ 350 juta langsung berasa dari ADB, dan sisanya diperoleh dari clean technology Fund yang terdiri dari lembaga-lembaga pendanaan internasional seperti World Bank, ADB dan IFC.
"Lokasi pembangkit belum ditentukan. Tapi yang jelas ini dana ini disiapkan untuk pembangkit tenaga panas bumi (geotermal ) di tahap II," ungkapnya.
Sebelumnya ADB juga telah mengucurkan pinjaman untuk pembangunan PLTP Lahendong unit 2 senilai US$ 30 juta dan PLTP Lahendong Unit 4 senilai US$ 40 juta.
"Total pendanaan yang telah kami salurkan untuk proyek renewable sekitar US$ 161 juta," tandas dia.
"Perbaikan tersebut dilakukan agar transmisi Jawa-Bali lebih efisien," ujar Infrastructure Specialist Indonesia Resident Mision ADB Rehan Kausar di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (26/11/2009).
Jika persetujuan dari pemerintah Indonesia sudah keluar, lanjut Rehan, maka ADB akan segera membawa usulan pinjaman tersebut ke sidang Dewan Direktur ADB di Manila, Filipina pada bulan Januari mendatang.
"Kita juga tunggu persetujuan dari Dewan Direktur kami di Manila pada bulan Januari ini. Setelah itu, dana akan kita cairkan," ujar dia.
Selain akan membantu pendanaan untuk perbaikan transmisi tersebut, ADB juga siap mengucurkan dana US$ 500 juta untuk proyek 10.000 Megawatt (MW) tahap dua.
Dimana dari total pendanaan tersebut, US$ 350 juta langsung berasa dari ADB, dan sisanya diperoleh dari clean technology Fund yang terdiri dari lembaga-lembaga pendanaan internasional seperti World Bank, ADB dan IFC.
"Lokasi pembangkit belum ditentukan. Tapi yang jelas ini dana ini disiapkan untuk pembangkit tenaga panas bumi (geotermal ) di tahap II," ungkapnya.
Sebelumnya ADB juga telah mengucurkan pinjaman untuk pembangunan PLTP Lahendong unit 2 senilai US$ 30 juta dan PLTP Lahendong Unit 4 senilai US$ 40 juta.
"Total pendanaan yang telah kami salurkan untuk proyek renewable sekitar US$ 161 juta," tandas dia.



